Krisis Figuritas Anak-anak Kaum Muslimin Masa Kini

Tak kenal maka tak sayang. Semakin kenal maka semakin sayang. Tentu pepatah tersebut adalah jika semakin mengenal kelebihan dan daya tarik serta keistimewaan kenalannya itu; karena jika tidak, maka justru semakin kenal malah semakin benci tatkala semakin mengenal dan tahu kejelekan kenalannya itu.

Kini, banyak sekali anak-anak kaum muslimin yang ngefans terhadap orang-orang yang tidak layak untuk diteladani, dan bahkan mengidolakan orang kafir atau pahlawan-pahlawan fiktif. Hal itu karena yang ditonton anak-anak dari idola mereka adalah kelebihan dan kehebatan akting idola mereka itu. Bagaimana tidak, sedangkan acara-acara tontonan fasik itu memang dibuat seprofesional dan semahal mungkin demi terlihat sempurna di layar kaca! Sehingga, dengan itulah mereka mampu menyihir penonton yang walau para penontonnya tahu itu semua adalah hanya akting dusta dan imajinasi takhayul belaka, namun para penonton masih tetap takjib dan kagum pada idolanya itu.

Dengan hal-hal seperti itulah saat ini anak-anak kaum muslimin dicekoki, sehingga mereka terjatuh pada krisis figuritas, maka jadilah mereka sebagai orang-orang yang mengaku muslim, namun tidak berbangga terhadap keislaman mereka sehingga mereka tidak bersemangat untuk mengamalkan dan memperjuangkan agama mereka, dan mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya Islam merupakan sebab diraihnya kemuliaan dan kebahagiaan di dunia nyata serta di akhirat, bukan hanya kebahagiaan yang semu di dunia khayalan seperti yang dipertontonkan oleh drama perfilman belaka.

Sangat jauh berbeda dengan anak-anak pada zaman Salafush Shalih, mereka dididik untuk menokohkan para pahlawan Islam; para pahlawan yang nyata adanya yang mengarungi berbagai pertempuran yang riil dan perjuangan yang begitu dahsyat. Mereka diperkenalkan dengan figur-figur yang sukses dunia dan akhirat sehingga mereka pun mengidolakan dan meneladani orang-orang yang tepat sehingga mereka pun tumbuh menjadi orang yang berjiwa tangguh, pemberani, jujur, dermawan, pejuang kebenaran, dan sifat-sifat mulia lainnya sehingga mereka pun menjadi generasi yang mendapatkan kemuliaan sebagaimana idola mereka telah mendapatkan kemuliaan sebagai generasi terbaik umat Islam.

Imam Malik bin Anas -rahimahullah- berkata:

كان السلف يعلمون أولادهم حب أبي بكر وعمر كما يعلمون السورة من القرآن . (رواه اللالكائي في شرح أصول اعتقاد أهل السنة والجماعة  1313/7 )

“Dahulu para Salaf mengajarkan anak-anak mereka kecintaan terhadap Abu Bakar dan Umar, sebagaimana halnya mereka mengajarkan suatu surah Al-Quran.” (Syarhu I’tiqaad Ahl As-Sunnah, karya Al-Lalika’i, 7/1313)

 

Baca juga: Anak-anak Harus Diajarkan Kisah Kehebatan Para Pejuang Islam Sebagaimana Mereka Diajarkan Al-Quran

 

===

Ditulis Oleh Mochammad Hilman Al Fiqhy

Selasa, 7 Shafar 1443 H / 14 September 2021 M

Artikel-artikel lainnya tentang pendidikan Islam dapat dibaca di link ini: https://sabiluna.net/category/pendidikan-islam/

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: