Umat yang Mulanya Asing kemudian Menjadi Asing di atas Kebenaran Hingga kelak Menghancurkan Dajjal dan Para Pengikutnya

Nabi Muhammad –Shallallahu ‘alaihi wasallam- telah  bersabda:

 إِنَّ الْإِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Sesungguhnya Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing itu (Al-Ghuraba)!” [HR. Muslim 2/175-176 -An-Nawawiy]

Hadits tersebut memiliki banyak riwayat yang lainnya dengan tambahan lafaz hadits yang menjelaskan siapakah yang dimaksud dengan orang-orang asing (ghurabaa’) yang akan mendapatkan keberuntungan tersebut. Syaikh Abu Usamah dalam kitabnya Limadaza Ikhtartu Manhajas-Salaf, halaman 55, setelah beliau meneliti keterangan para Ulama ahli hadits mengenai riwayat-riwayat tersebut kemudian beliau menyimpulkan bahwasannya hanya ada dua riwayat yang shahih yang menjelaskan tentang maksud dari orang-orang asing tersebut, yaitu:

 

Pertama: Rasulullah- Shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya “wahai rasulullah siapa orang-orang yang asing itu (al-Ghuraba)?” Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam- menjawab:

الَّذين يُصْلِحون إذا فسد الناس . (الصحيحة 3/267 )

“Yaitu orang-orang yang mengadakan perbaikan ketika manusia yang berbuat kerusakan”.

 

Kedua: Di dalam riwayat lainnya beliau menjawab:

أُناس صَالِحون قليل في نَاس سُوء كثير، مَنْ يَعصيهِمْ أكثَرُ مِمَّن يُطيعهم ( الصحيحة 4/153 )

“Orang-orang shalih di antara banyaknya orang-orang yang buruk, orang yang menyelisihi mereka lebih banyak dari yang mentaati mereka.”

 

Apakah orang-orang shalih yang asing tersebut menjadi minoritas di tengah-tengah kaum Kafir?

Tentu Muslim akan menjadi asing apabila tinggal di negeri kafir, akan tetapi ternyata seorang muslim yang shalih pun akan menjadi asing di antara banyaknya kaum Muslimin. Hal itu karena ada saatnya tatkala kaum muslimin berjumlah banyak, namun Muslim yang shalih yang tegak di atas kebenaran hanya sedikit sehinga menjadi terasingkan.

Fakta menjadi banyaknya jumlah umat Islam telah dikabarkan oleh Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam-, namun jumlah yang banyak itu tidak memiliki kemuliaan karena jauhnya mereka dari Islam yang benar sehingga dilenakan kehidupan duniawi. Sebagaimana telah disabdakan oleh beliau:

‏”‏ يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ‏”‏‏.‏ فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ ‏”‏ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ‏”‏‏.‏ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ : ‏”‏ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ”‏‏.

“Hampir-hampir bangsa-bangsa (kafir) saling memanggil untuk mengeroyok (memerangi) kalian, sebagaimana orang-orang yang akan makan saling memanggil menuju nampan makanannya!” Seorang sahabat bertanya: “Apakah disebabkan sedikitnya jumlah kita pada hari itu?” Beliau menjawab: “Tidak, bahkan pada hari itu kamu banyak! Akan tetapi saat itu kalian bagaikan buih, seperti buih banjir. Dan Allah akan menghilangkan rasa gentar (takut) dari dada (hati) musuh kalian terhadap kalian, dan Allah akan menimpakan Al-Wahn (kelemahan) di dalam hati kalian!” Seorang sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297. Dishahihkan Al-Albani)

Imam Al-Ajuriy -rahimahullah- menjelaskan:

“Sabda beliau -Shalallahu ‘alaihi wa sallam- ‘Wasaya’uudu ghoriiban’ (Dan akan kembali asing) -wallahu a’lam- mengandung makna bahwa tatkala hawa-hawa nafsu yang menyesatkan merebak lalu banyak dari manusia yang tersesat karenanya dan tinggallah para pengemban Al-Haq (kebenaran) yang berada di atas syari’at Islam dalam keadaan menjadi asing di kalangan manusia. Tidakkah kalian mendengar sabda Rasulullah (yang artinya):

‘Umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga kelompok. Semuanya didalam neraka kecuali satu!’ lalu ada yang bertanya: ‘Siapakah yang selamat itu?’ Beliau menjawab:

مَا أنا عَليهِ اليَوْمَ وأصحَابِي

‘Siapapun yang meniti apa-apa yang saat ini Aku dan para sahabatku berada di atasnya’.” -selesai nukilan-  (Sifatul Ghuraba’ min Al Mu’minin, hal : 27)

Hadits tersebut menjelaskan tentang perpecahan di antara umat Islam, bukan mengenai umat-umat lain yang Kafir. Oleh karena itu, di antara banyaknya golongan umat Islam yang menyimpang tersebut serta yang telah terjangkit sifat Al-Wahn, maka orang-orang shalih yang terasing karena berada di atas kebenaran namun dijanjikan keberuntungan oleh Rasulullah adalah orang-orang yang komitmen mengikuti Sunnah Nabi dan Sunnah para Sahabatnya.

 

Apakah keterasingan mereka menyebabkan mereka punah?

 

Tentu tidak, karena Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ حَتَّى يُقَاتِلَ آخِرُهُمُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ

“Akan senantiasa ada kelompok dari umatku yang berada di atas Al-haq (kebenaran) memerang (kebathilan), Mereka selalu menang terhadap orang yang memusuhi mereka.  Sampai kelak akhir dari mereka akan memerangai Al-Masih Dajjal.” (HR. Abu Daud no. 2484. Dishahihkan Al-Albani)

Adapun golongan-golongan yang menyimpang, apabila Allah Ta’ala tidak memberi hidayah kepada mereka maka di akhir zaman justru mereka akan menjadi para pengikut Dajjal -na’udzubillah min dzaalik-. Karena Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa sallam- telah mengabarkan demikian.

 Ibnu Umar -radhiallahu ‘anhu- mengabarkan bahwasannya Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa sallam-  telah bersabda:

يَنْشَأُ نَشْءٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ، كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ

“Akan tumbuh generasi yang membaca Al-Quran, namun Al-Quran itu tidak meresap melewati kerongkongan mereka. Dan setiapkali generasi tersebut muncul maka mereka ditebas/dihabisi!”

Ibnu Umar mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ‘setiapkali generasi tersebut muncul maka mereka ditebas/dihabisi!’ Sebanyak lebih dari 20 kali!”

Lalu beliau bersabda:

حَتَّى يَخْرُجَ فِي عِرَاضِهِمُ الدَّجَّالُ .

‘Sampai kelak pada pasukan besar mereka akan mucullah Dajjal!’” (HR. Ibnu Majah, 179. Dihasankan oleh Al-Albani)

Wallahu A’lam.

Baca juga: Para Pengikut Salafush Shalih adalah Para Penghancur Kaum Yahudi Kelak

Baca juga: Para Pengikut Salaf yang Akan Menegakkan Kejayaan Khilafah Nubuwwah

===

Ditulis oleh: Mochammad Hilman Al Fiqhy

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: