Allah memuliakan kita dengan sebab Islam

Umar bin Khaththab -radhiallahu ‘anhu- berkata:

كنا أذل قوم فأعزنا الله بالإسلام فمهما نطلب العزة بغير ما أعزنا الله به أذلنا الله
رواه الحاكم (1/130)، وصحَّحه الألباني في ((سلسلة الأحاديث الصَّحيحة)) (1/117) على شرط الشيخين

“Kita dahulu adalah kaum yang terhina, kemudian Allah memuliakan kita dengan sebab Islam. Maka apabila kita mengharapkan kemuliaan selain dengan Islam, niscaya Allah akan menghinakan kita!”

Allah telah menegaskan dan menjanjikan:

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

Artinya: “Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (QS. Ghafir: 51).

Namun, apabila kita melihat kenyataan keadaan umat Islam saat ini, jusru kita meliat dan merasakan bahwa umat Islam ini berada dalam keadaan yang terpuruk, banyak kaum musimin yang terusir dari negerinya, dibunuh, diperangi, bahkan umat Isam diidentikan dengan terorisme dan kemunduran, sehingga tentunya akan terintas di benak kita: ‘BUKANKAH ALLAH MENJANJIKAN AKAN MENOLONG KAUM MUKMININ!? LANTAS DIMANAKAH PERTOLONGAN YANG ALLAH JANJIKAN ITU? KENAPA PERTOLONGAN ALLAH TAK KUNJUNG DATANG??’

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab dari dalil-dalil dan penjelasan ulama berikut ini, insya Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Artinya : “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7).

▶ Ketika menafsirkan ayat tersebut Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy –rahimahullah-berkata:

“Ini merupakan perintah dari Allah ta’ala bagi orang-orang beriman agar mereka menolong (agama) Allah dengan cara;
MENEGAKKAN AGAMANYA,
MENDAKWAHKAN AGAMANYA,
BERJIHAD MELAWAN MUSUH-MUSUHNYA,
DAN MEMAKSUDKAN HAL TERSEBUT UNTUK MENGHARAP WAJAH ALLAH.

Karena apabila mereka melakukan hal itu, maka;
ALLAH AKAN MENOLONG MEREKA DAN MENEGUHKAN PENDIRIAN MEREKA, yakni:

DIA AKAN MENGUATKAN HATI MEREKA DENGAN KESABARAN, KETENANGAN, DAN KEMANTAPAN, SERTA DIA AKAN MEMBERIKAN KESABARAN PADA BADAN-BADAN MEREKA DI ATAS HAL TERSEBUT DAN MENOLONG MEREKA TERHADAP MUSUH-MUSUH MEREKA.

Ini merupakan janji dari Sang Maha Mulia lagi Maha Jujur tehadap janji, bahwasannya orang yang menolong (agama) Allah dengan ucapan dan perbuatan maka Allah akan menolongnya dan Dia akan memudahkan baginya sebab-sebab kemenangan berupa keteguhan dan yang lainnya.” -selesai nukilan- [kitab: Taisiirul Kariimir Rahmaan].

💡Penjelasan Syaikh tersebut semakna dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla berikut ini:

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُوا۟ بِٱلْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا۟ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ

Artinya : “….. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa [40]. (yaitu): orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. [41].” (QS. Al-Hajj: 40-41).

Oleh karena itu, dari paparan di atas dapat kita pahami bahwa pertolongan Allah itu akan datang ketika kaum Muslimin mengamalkan kembali agamanya, dan sebaliknya apabila kaum Muslimin tidak mengamalkan agama dan jauh dari agama karena lebih mementingkan kepentingan duniawi, maka yang terjadi pada mereka adalah kehinaan, kekalahan, keterpurukan, kemunduran, dan sebagainya. Sebagaimana yang Allah firmankan:

إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang menetang Allah dan RasulNya, mereka Termasuk orang-orang yang sangat hina” (QS. Al-Mujadilah: 20).

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Artinya: “dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. (QS. Thaha: 124).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

Artinya: “Apabila kalian berjualbeli dengan cara Al-‘iinah, kalian mengambil ekor-ekor sapi, kalian rela dengan pertanian, dan kalian pun meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kepada kalian  kehinaan yang mana Dia tidak akan mengangkat kehinaan itu SAMPAI KALIAN KEMBALI KEPADA AGAMA KALIAN!”
(HR. Abu Daud no. 3462, dan Dishahihkan Al-Albaniy dalam Ash-Shahihah no. 11).

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: