Keluarga sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak

Lingkungan keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam pembentukan kepribadian anak sehingga baik tidaknya masa depan anak sangat dipengaruhi oleh keadaan pendidikannya di lingkungan keluarga.

Imam Ibnul Qayyim (w. 751 H.) -rahimahullah- berkata:

فمن أهملَ تعليمَ ولدِهِ ما ينفعه، وَتَرَكَهَ سُدى، فقد أَساءَ إليه غايةَ الإساءة، وأكثرُ الأولادِ إِنما جاء فسادُهُم من قِبَلِ الآباءِ وإهمالِهِم لهم، وتركِ   تعليمِهِم فرائضَ الدينِ وَسُنَنَه، فأضاعوها صغارًا، فلم ينتفعوا بأنفسِهِم ولم ينفعوا آباءَهُم كِبَار

“Barangsiapa menyepelekan dalam mendidik anaknya terhadap apa yg bermanfaat bagi anaknya sehingga menyia-nyiakannya begitu saja; maka sungguh orang seperti itu telah bersikap sangat buruk terhadap anaknya! Dan kebanyakan Kerusakan yang terjadi pada anak-anak; penyebabnya adalah berasal dari Bapak-bapak mereka itu sendiri yang telah menelantarkan mereka; yang tidak mendidik mereka terhadap kewajiban-kewajiban dan sunnah-sunnah agama; sehingga anak-anak tersebut menyepelekan kewajiban dan Sunnah tersebut semenjak masih kecil. Oleh karena itulah, bapak-bapak mereka akhirnya tidak bisa mendapatkan manfaat dari anak-anak mereka dan anak-anak tersebut pun tatkala tumbuh dewasa tidak memberikan manfaat bagi bapak-bapaknya itu.” (Lihat: Tuhfatul Mauduud)

Yang patut diperhatikan di sini, bahwasanya di zaman Ibnul Qayyim itu telah ada dan tersebar lembaga-lembaga Pendidikan dengan berbagai macam kurikulum dan sistemnya yg bagus. Namun, beliau tetap ‘menyalahkan’ orangtua atas keteledorannya dalam mendidik anak. Hal itu karena, sebaik apapun lembaga pendidikan, kalau tidak ada peran penting kerjasama orang tua maka sangat sukar bagi sang anak untuk berhasil dalam pendidikannya.

Banyak hasil penelitian barat yang menyatakan bahwa pendidikan orang tua dan kerjasama yang aktif dari orang tua dengan lembaga pendidikan itu menyebabkan pengaruh yang sangat besar bagi baiknya moral, sikap, dan kesuksesan belajar anak. 1(lihat catatan kaki)

Demi untuk kerusakan yang besar itu pun Iblis -yang terlaknat- sangat senang dan takjub terhadap syetan yang berhasil menggoda dan merusak kehidupan suami istri sampai terjadi perceraian yang dengan sebab perceraian tersebut pendidikan dan keadaan anak menjadi kacau.
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ : فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا، قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ : مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، قَالَ : فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ قَالَ الْأَعْمَشُ: أُرَاهُ قَالَ: فَيَلْتَزِمُهُ.

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air kemudian ia mengutus para tentaranya (setan-setan); maka kedudukan mereka yang paling dekat dengan Iblis adalah mereka yang paling besar menebarkan fitnah (kekacauan). Salah satu setan ada yang datang menghadap Iblis dan berkata: ‘Aku telah melakukan godaan begini dan begitu..’Maka Iblis menjawab: ‘Kamu belum melakukan sesuatu yang berarti!’Lalu setan yang lain datang dan berkata: ‘Aku tidaklan meninggalkan seseorang melainkan Aku telah memisahkan (ikatan nikah) orang itu dengan istrinya!’Maka Iblis berkata: ‘Kaulah Setan yang terhebat!!’ Lalu Iblis mendekati setan tersebut .”  (HR. Muslim).

Pembahasan selanjutnya baca di:
https://drive.google.com/file/d/1K1RsbGcYE0-kL8hShbUupcCKEMGQqy2X/view

=============
Ditulis oleh: Mochammad Hilman Alfiqhy
=============

Catatan:
1). This research article explicates the importance, barriers and benefits of parental involvement in child’s education. The authors exemplify the fact that parents’ involvement in their child’s learning process offers many opportunities for success-improvements on child’s morale, attitude, and academic achievement across all subject areas, behavior and social adjustment (Centre for Child Well-Being, 2010). This study underscores that the most common obstacle to parental participation is the parents’ pessimistic attitude towards supporting school where their children are enrolled in, and the ” we-don’t-care-attitude ” among parents. It further elucidates the truth about parents’ role in the personal and academic performance of the child, as revealed by Conway and Houtenville’s (2008) study, stating that ” parental effort is consistently associated with higher levels of achievement, and the magnitude of the effect of parental effort is substantial. ” Pinantoan (2013), Olsen (2010), and Henderson and Berla (1994) corroborate this contention and other claims on the importance and benefits of parental participation in the child’s holistic development.
https://www.researchgate.net/publication/283539737_Parental_Involvement_in_Child’s_Education_Importance_Barriers_and_Benefits
Researchers Karen Smith Conway, professor of economics at the University of New Hampshire, and her colleague Andrew Houtenville, senior research associate at New Editions Consulting, found that students do much better in school when their parents are actively involved in their education. Parental involvement has a strong, positive effect on student achievement.
https://www.semanticscholar.org/paper/Parental-Effort%2C-School-Resources%2C-and-Student-Houtenville-Conway/1b7ba566d5cdc95da73ca5d0141cb0dadd06ab2d

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: